Friday, March 18, 2011

Mencoba jadi Backpacker di Bali (part3)

Selesai solat subuh (y Allah, ampunilah hambamu yang malu bertanya kurang tepat di arah solat ni cz ngarah ke pantai Kuta yang terletak di Barat) kita menuju Monumen Bom Bali. Memang, upil di rumput keliatan tapi kotoran di plupuk mata tak terlihat. Disini masih terbilang gelap walau waktu menunjukkan pukul 5:30 WITA alias 4:30 WIB. Sepanjang jalan Poppies Lane II terlihat orang-orang malam aka night people asih berseliweran, sempet juga digodain:
People night 1: asw bu haji?!
People night2: mo kemana bu haji?!
 People night 3: bengong ajah!!
ihh meangnya eike apaan?!
Beres kita lanjut ke pantai Kuta, cz masih gelap qt foto2 di plank Hard Rock Hotel yang bebentuk papan slancar dengan warna dominan ungu (warna fakultas eh sekolah kita tuh). Jalan-jalan sepanjang pantai Kuta ditemani orang-orang yang isenk juga, sebenernya g sih orang pada jogging. Setelahnya pk 7:00 WITA nganterin bolang 2 ke terminal Ubung dengan banyak bertanya tetep nyasar juga. Bolang1 kembali ke penginapan menunggu orang rental ngambil motor, ternyata nyari arah Kuta adalah yang paling mudah! Pasti ada tanda jalan yang enunjukkan arah ke Kuta, jadi tak perlu kawatir.

Perlu waktu 30 menit sampai penginapan kembali, cepet loh, pakai manuver sih. Sarapan pertama kali, pesen banana pancake sama kopi panas. Lagi asik-asik sarapan panggilan alam tk bisa ditahan URGH!! Akhirnya pk 9:30 WITA cek out, balikin motor, and naek elf (kudu jalan dari Poppies II-Jl.Legian sampai pertigaan BRI, lumayan banget banget tuwh) IDR 10.000 dilanjutkan naik angkot biru. Untuk ni angkot, hati-hati, sempet mau keblablasan terminalnya, padahal dah bilang berhenti di Ubung, dah gitu dikasih 5000,00 tak mau dia, minta tambahan 2000,00 lagi (set dah deket banget gituh, sepertiganya elf).
Naik bis Denpasar-Gilimanuk dengan biaya 40000+5000/2 orang. Berasa jauuuuuhhh banget deh, ngak sampe-sampe mpe pegel badan. Gimana ngak?! Kursi metromini diisi tas gemblok ukuran banyak liter sama tas jinjing sam orangnya sekalian. Sampe Gilimanuk kita jalan lagi (kenapa oh kenapa tak ada yang tepat mengantar sampai tujuannya hiks) masuk dermaga. Menyebrang ke Ketapang dibanderol 6000,-/orang. Saking banyaknya kapal disana dengan minimnya tanda jalan (sebenernya kitanya yang ngak ngerti) dan minimnya orang pelabuhan untuk ditanya di situ, sampai juga di kapal yang lebih kecil dari feri ituh.
Sampai Ketapang salat ashar dulu. Setelahnya bingung ngelanjutin ke rumahnya bagaimana.
To be continued…
Ngak dink, bolang B lanjut naik bis trus bolang A ke Sidoarjo dulu setelah menelpon orang rumah dengan suara menyayat hati g tau jalur pulang. Akhirnya, setelah bersedia diajakin bareng ke PWT menengok mbah yang sedang sakit (sekarang dah almarhum, semoga diampuni dosa-dosanya AMIN!!) berlalulah 2 hari di Sidoarjo dengan tidur selalu. Setelah melalui perjalanan panjang akhirnya sampai rumah sore, lanjut malamnya ke kosan (untung di anter).
Banyak yang pulang naik kereta ekonomi demi menghemat biaya, tapi kereta dari Banyuwangi ke Surabaya hanya ada 2 saja, pagi (ekonomi) dan malam (bisnis/eksekutif). Sedangkan kereta dari Surabanya-Jakarta adanya pagi/siang (bisnis/eksekutif), dan sore (ekonomi). Bagi yang ingin melatih kesabaran SANGAT disarankan mencoba menerapkan metode pulang dengan kereta ekonomi.
NOTE: wahai backpaker sejati yang rela menunggu kereta selama 6jam,,SALUT!!!
Wahai orang-orang yang sudah capek, gunakanlah jasa udara yang lebih mudah dan cepat, paling beda dikit kalo nyari langsung di bandara sapa tau dapet batalan tiket (bukan calo yah! Mank ada gituh)

Friday, March 4, 2011

Mencoba jadi Backpacker di Bali (part2)




DAY 1

Hari ini rencana muter wilayah Barat laut bla bla- g apal- pokoknya wilayah selatan kalo kita bikin garis kuta secara horisontal :). Pertama ke Garuda Wisnu Kencana (diingatkan disini bolangs hanya berbekal peta via mobile dan info2 dari pengalaman orang, HAL NYASAR selama pencarian tempat ditutupi dengan melihat tanda jalan dan tanya sana tanya sini wajib sekali). Parkir motor 5000 dan masuk 25000/orang. Ternyata performance banyak yang nampil sore-malam. Selama kita belum masuk kompleks GWK kita masih boleh masuk lagi kok jadi diputuskan ke tempat lain dulu aja.
Akhirnya siang itu kita ke Uluwatu dulu, tempat pura di atas bukit dimana banyak Macaca fascularis berkeliaran. Perjalanan kesana berbukit dengan jalan pas-pasan, tapi karena siang itu sepi jadi bisa ngebut. Untuk retribusi parkir motor 1rb dan masuk 3rb/orang. Disana kita wajib ikat kain di pinggang biar bisa masuk ke puranya (ada warna kuning/ungu) dan kalau pakai celana/rok pendek WAJIb pakai kain lagi (maka dari itu tutuplah auratmu wahai manusia hehe). Disarankantidak memakai perhiasan mengkilat, kacamata dilepas sementara, dan jaga HP&kamera karena monyet disana suka iseng. Tapi kalau ada barang kita yang diambil nanti pawangnya langsung kasih pisang (g tau spesialnya apa) nanti monyetnya ngembaliin barang yang dia ambil tadi (jangan lupa kasih ‘piti’ ke pawangnya y). 

 
--suasana tebing dilihat dari pura uluwatu--

--pura uluwatu yg dibangun di atas tebing--
 
--suasana pura uluwatu--

Sorenya balik lagi ke GWK. Fasilitas yang bisa kita nikmatin disana: free warnain kuku, free karikatur, free kepang rambut, free tari-tarian terutama tari Kecak dimana beda2 temanya tiap performance. Pukul 17 bolangs balik ke penginapan, tapi mampir McDonald di Kuta Square. Oh iya ada beberapa jalan di sekitar Kuta yang satu arah, jadi cari info aja via mbah google hehe (tapi nanti lama-lama juga inget kok). Sampai penginapan bolangs langsung tidur untuk mempersiapkan perjalanan esok harinya.

--suasana di dalam GWK--

--patung Garuda --

--patung GWK mini--

--daftar performance--
 
--patung Wisnu--