Wednesday, September 25, 2013

Touring Sawarna



27 Agustus 2013

Siang harinya ketika gw menghampiri teman-teman gw di kantin, membahas kejenuhan menunggu nilai-nilai keluar, si A mengajak gw keliling ASEAn. Gw yang ngak punya sponsor akhirnya menganjurkan ke tempat tersekat aja deh, PANTAI, utara tapi pake kapal jadi susah atau selatan aja—SAWARNA!! Akhirnya ditemukanlah 6 orang yang berjiwa jenuh dan galau dengan 3 motor. Setelah pencarian jiwa-jiwa lain, pengurangan jiwa-jiwa yang mengalami kendala teknis, berakhirlah menjadi 4 jiwa dengan 2 motor. 

Dari cerita temen-temen yang sudah pernah touring kesana, ketua kelompok memutuskan berangkat pk 12 malam. Berbekal catatan daerah yang kudu dilewati kami berangkat. Melewati bogor-ciawi-lido-cikidang/arus liar citarik (medan jalan berkelok naik turun, ikuti jalan terus, nanti ketemu percabangan jalan dimana jalur kanan ke arah brimob. Bisa lewat keduanya, kalau jalur kiri tembus pelabuhan ratu kota, kalau jalur kanan langsung pantai tidak lewat kota) -pelabuhan ratu-pantai karang hawu-terus ke arah malimping. Sepanjang jalur cikidang atau alur citarik tidak ada pom bensin karena penuh perkebunan karet dan sawit sehingga sebaiknya isi bensin full di pom bensin sebelah kiri dekat pos polisi sebelum belok kanan masuk cikidang. Pom bensin berikutnya ada di pelabuhan ratu (tidak 24 jam) sebelah kanan. 

Gang masuk ke sawarna memang sulit ditemukan karena minim tanda jalan, apalagi gelap suasananya waktu kami melaluinya, jalanan sepi tidak ada kendaraan, kondisi jalan juga kurang baik, namun sedang dilakukan perbaikan jalan. Tanda mudahnya ada indomaret alfamaret di kiri jalan kemudian setelah itu di sisi kiri jalan ada gang lumayan besar dengan gapura selamat datang di desa sawarna. Jalan menuju sawarna naik turun bukit hingga jalan agak menyempit, ramai oleh penjaga, di kiri jalan sampailah kami di pintu masuk desa sawarna. Bayar retribusi 5000/orang dan melalui jembatan goyang. Jangan malu bertanya karena jika baru pertama kali pasti merasa jauh sekali tidak sampai-sampai.


Kami sampai sawarna jam 5 (5 jam perjalanan), langsung menuju pantai pasir putih yang awalnya tak tahu ada di pantai mana kami ini, parkir motor dekat saung, tidur2an di saung dengan niat menunggu sunrise. Pk 6 sembari bebesih (wc 3000, mandi 5000) kami bertanya kepada penjaga saung+wc. Ternyata sunrise spot di pantai bagian timur lagi, sebaiknya berjalan dari pk 5. Sunset spot di pantai ciantir ini (akhirnya kami tau juga nama pantai ini hehe). Terlewat sudah sunrise ><

Kami menyusuri pantai mulai pantai ciantir, pantai tanjung layar, naik bukit seribu tangga, pantai karang-karang, hingga menemukan pantai berpasir kembali. Karena bukan weekend, pantai-pantai ini serasa hanya milik kami!!! PRIVATE BEACH HAHAHAHA Hanya kami, pantai, saung yang tutup (iya, pada buka pas weekend aja yang rame).. Kami tidur hingga siang.. Menyisakan kunjungan ke gua lalay biar ada alasan kembali kemari :D 
ternyata ada ibu-ibu yang buka saungnya, makan mi rebus+telur 7000, air mineral 5000, teh 3000, bensin 8000.

 



Pulang pk 3 melewati jalur yang sama. Sungguh pantai yang indah, kalau diajakin ke sawarna lagi gw mau dah! Apalagi pas bukan weekend hehe
Kalau mau menginap di saungnya juga bisa, buka tenda juga bisa, banyak gw liat waktu kesana. WORTH IT

No comments:

Post a Comment