27 Agustus 2013
Siang harinya ketika gw menghampiri teman-teman gw
di kantin, membahas kejenuhan menunggu nilai-nilai keluar, si A mengajak gw
keliling ASEAn. Gw yang ngak punya sponsor akhirnya menganjurkan ke tempat
tersekat aja deh, PANTAI, utara tapi pake kapal jadi susah atau selatan
aja—SAWARNA!! Akhirnya ditemukanlah 6 orang yang berjiwa jenuh dan galau dengan
3 motor. Setelah pencarian jiwa-jiwa lain, pengurangan jiwa-jiwa yang mengalami
kendala teknis, berakhirlah menjadi 4 jiwa dengan 2 motor.
Dari cerita temen-temen yang sudah pernah touring
kesana, ketua kelompok memutuskan berangkat pk 12 malam. Berbekal catatan
daerah yang kudu dilewati kami berangkat. Melewati
bogor-ciawi-lido-cikidang/arus liar citarik (medan jalan berkelok naik turun, ikuti jalan terus, nanti ketemu percabangan jalan dimana jalur kanan ke arah brimob. Bisa lewat keduanya, kalau jalur kiri tembus pelabuhan ratu kota, kalau jalur kanan langsung pantai tidak lewat kota) -pelabuhan ratu-pantai karang hawu-terus ke arah malimping. Sepanjang
jalur cikidang atau alur citarik tidak ada pom bensin karena penuh perkebunan
karet dan sawit sehingga sebaiknya isi bensin full di pom bensin sebelah kiri
dekat pos polisi sebelum belok kanan masuk cikidang. Pom bensin berikutnya ada
di pelabuhan ratu (tidak 24 jam) sebelah kanan.
Gang masuk ke sawarna memang sulit ditemukan karena minim
tanda jalan, apalagi gelap suasananya waktu kami melaluinya, jalanan sepi tidak ada kendaraan, kondisi jalan juga kurang baik, namun sedang dilakukan perbaikan jalan. Tanda mudahnya ada indomaret alfamaret
di kiri jalan kemudian setelah itu di sisi kiri jalan ada gang lumayan besar dengan gapura
selamat datang di desa sawarna. Jalan menuju sawarna naik turun bukit hingga jalan agak
menyempit, ramai oleh penjaga, di kiri jalan sampailah kami di pintu masuk desa
sawarna. Bayar retribusi 5000/orang dan melalui jembatan goyang. Jangan malu
bertanya karena jika baru pertama kali pasti merasa jauh sekali tidak
sampai-sampai.
Kami sampai sawarna jam 5 (5 jam perjalanan),
langsung menuju pantai pasir putih yang awalnya tak tahu ada di pantai mana
kami ini, parkir motor dekat saung, tidur2an di saung dengan niat menunggu
sunrise. Pk 6 sembari bebesih (wc 3000, mandi 5000) kami bertanya kepada
penjaga saung+wc. Ternyata sunrise spot di pantai bagian timur lagi, sebaiknya
berjalan dari pk 5. Sunset spot di pantai ciantir ini (akhirnya kami tau juga
nama pantai ini hehe). Terlewat sudah sunrise ><
Kami menyusuri pantai mulai pantai ciantir, pantai
tanjung layar, naik bukit seribu tangga, pantai karang-karang, hingga menemukan
pantai berpasir kembali. Karena bukan weekend, pantai-pantai ini serasa hanya
milik kami!!! PRIVATE BEACH HAHAHAHA Hanya kami, pantai, saung yang tutup (iya,
pada buka pas weekend aja yang rame).. Kami tidur hingga siang.. Menyisakan kunjungan ke gua lalay biar ada alasan kembali kemari :D
ternyata ada
ibu-ibu yang buka saungnya, makan mi rebus+telur 7000, air mineral 5000, teh
3000, bensin 8000.
Pulang pk 3 melewati jalur yang sama. Sungguh
pantai yang indah, kalau diajakin ke sawarna lagi gw mau dah! Apalagi pas bukan
weekend hehe
Kalau mau menginap di saungnya juga bisa, buka
tenda juga bisa, banyak gw liat waktu kesana. WORTH IT
No comments:
Post a Comment