Wednesday, April 8, 2015

3 Negara Indochina; Hari 1, Minggu 15 Maret 2015



Suatu masa di bulan September 2014 ketika gw posting promo free seat maskapai merah merona di jejaring sosial, ada pesan masuk dari seorang teman lama mengajak keliling Indochina. Wahh udah lama nih gw kagak jalan-jalan jauh, hayuklahhh.. Setelah mengecek tiap tanggal di bulan Maret 2015 akhirnya diputuskan membeli: CGK-KUL , KUL-DAD, DMK-KUL, KUL-CGK dengan total IDR 1.2jutaan per orang. Wahh lama yaa tanggalnya, tapi setelah pergantian tahun, kok cepet sihh persiapan belum mateng karena tertunda pikiran ‘bentar lagi ini’ haha (jangan ditiru). So segala keputusan di tangan gw, jadi gw putuskan ngambil jalur: Danang-Hoi An-Hue-Phong Nha di Vietnam, Pakse di Laos, Bangkok di Thailand, Kuala Lumpur di Malaysia.


Persiapan?

Yang utama tentu saja restu orang tua agar lancar, jangan pernah yang satu ini ngak dapet. Mantengin peta, peta, dan peta untuk menjaci jalur yang efisien. Setelah sekian lama mencari jalur, kota mana saja yang disambangi, atraksi apa yang menarik hati, terciptalah jalur di atas. Searching laporan para backpacker terbaru (beberapa rute minim informasi karena belum ramai turis), request CS yg pada ditolakin, booking penginapan dan tiket early bird Madam Tussand dengan bantuan CC temen.

Sempat berhembus kabar bahwa diharuskan membayar airport tax melalui online dari menu ‘Manage My Booking’, namun pas gw cek, ngak bisa, haduhhh kek mana lah ini!! Pasrah aja deh gw ngantri di konter bandara. Tapi ternyata, kesabaran berbuah manis hehe. Saat mau web check-in (love this feature. Gw beli tiket tanpa check-in baggage, selain hemat uang, harus gantri baik saat masukin maupun nunggu tas keluar itu sesuatu banget. Lagian bawaan cuma sebuah keril kecil saja) ternyata diharuskan membayar airport tax online (ada tulisan saldo terhutang), yihaa ngak usah ngantri di bandara!!


Bawaan?

Dua pasang baju santai, sepajang baju tidur, peralatan mandi, peralatan solat, dokumen (print bookingan, passport, SIM), mi instan, pasta instan, kering tempe, tas punggung, dll yang mana masuk semua ke dalam tas ransel 45 L.



Penerbangan terakhir CGK-KUL pukul 20:25 pada tanggal 15 Maret 2015 ditemani  hujan rintik-rintik. Penerbangan berjalan lancar tanpa ada delay (that’s why I like this airline better than others). Tiba di bandara KLIA2, mulai kebingungan. Tiket yang dipesan bukanlah tiket fly-thrugh namun tiket terpisah. Maka dari itu, masuklah kami ke Malaysia dengan chop passport 16 Maret 2015 (sudah pukul 00:30 waktu setempat) dimana nanti pagi kami akan masuk kembali, same date lah ini haha. Pikirku, betapa banyaknya chop Malaysia di passport ini ckck.


Selama menunggu penerbangan pagi KUL-DAD pukul 9:40 kami berleha-leha di bandara plus mall yang cukup luas. Teman saya kaget, keluar pesawat menuju pusat bandara saja butuh waktu 30 menit haha. KLIA2 memang sebagai pengganti LCCT memiliki banyak penerbangan terutama maskapai merah merona. Banyak sekali orang-orang yang menunggu pnerbangan ataupun menunggu pagi untuk menghemat penginapan (oh itu kami para backpacker) bertaburan di seluruh spot yang strategis. Lokasi istirahat teretak saat keluar imigrasi di sebelah kanan, dapat pula naik satu lantai dan ngemper di karpet depan toko yang tutup haha. Sangat disayangkan minim asupan listrik (siapa cepat dia dapat), bagamanalah nasib pemilik gadget ini L (Dekat eskalator saat keluar imigrasi sebelah kanan ada telepon umum, disitu ada 3 colokan listrik). Selama di bandara kita makan roti yang dibawa dari Indonesia.
Free wifi di KLIA2 ada dua, milik KLIA2 dan mall gateway KLIA2. Masing-masing hanya membolehkan waktu 2 jam dan diharuskan reconnect. Jika menggunakan wifi bandara, bisa langsung connect. Namun jika menggunakan wifi mall maka diharuskan mendaftarkan email terlebih dahulu. Manurut gw, wifinya lebih lemot dibandingkan bandara Soetta dan Singapore, mungkin karena bannyak yang pakai.

No comments:

Post a Comment